Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
OTT KPK dan Mitos Jual Beli WTP di BPK
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
Siswi SMK di Lumajang Dibegal saat Berteduh
Mudah Cara Membuat Foto Menjadi Miniatur
Jadwal Gerhana Bulan Total Terjadi Malam ini 7 September 2025
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
Lebih sehat langsung makan di tempat. Ilustrasi Foto: Int/Radar Malang
JAKARTA - Anda penggemar makanan siap saji atau fast food? Mulai saat ini sebaiknya dikurangi atau pun kalau sudah kepengin makan, konsumsilah di tempat karena biasanya menggunakan piring.
Jangan pernah minta dibungkus, atau kalau pengin dibungkus bawalah wadah dari rumah.
?Sebab, rata-rata waralaba tidak memerhatikan kemasan pangan yang aman. Meski dari tampak depan bagus karena dicetak menarik, tapi di dalam kemasan justru mengandung bahan yang berbahaya.
Humas dan Hubungan Inter?nasional Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Jessica Yonaka mengungkapkan, kemasan yang digunakan perusahaan waralaba sebagian besar tidak aman karena merupakan produk daur ulang.
Mestinya produk daur ulang tidak bisa digunakan untuk kemasan pangan. Nyatanya pengusaha waralaba justru menggunakan kemasan yang mengandung zat-zat kimia berbahaya.
"Yang membuat kami prihatin, perusahaan waralaba yang terkenal dan mendunia juga menggunakan kemasan pangan berbahaya. Dampaknya memang tidak langsung dirasakan dalam waktu pendek, tapi diakumulasi hingga jangka panjang. Apalagi untuk anak-anak akan sangat berbahaya," tutur Jessica dalam diskusi SNI tentang kemasan pangan di Kantor Badan Standardisasi Nasional (BSN), Selasa (16/5).
Dia menyebutkan, pengusaha waralaba yang menggunakan kemasan aman kebanyakan produk donut. Sifat donut yang berminyak membutuhkan kemasan lebih bagus.
Mestinya tidak hanya produk donut menggunakan kemasan pangan aman, tapi seluruh makanan.
Untuk membedakan kemasan pangan yang aman dan tidak, sangat mudah dilakukan secara kasat mata. Kemasan pangan aman biasanya berwarna putih bersih tanpak bercak. Sedangkan kemasan pangan berbahaya, berwarna cokelat atau abu-abu.
"Proses pembuatan kemasan pangan yang aman biasanya tidak menimbulkan bercak tinta, seperti kemasan donut. Sedangkan kemasan berbahaya biasanya lewat proses daur ulang. Kertas maupun karton bekas didaur ulang menjadi kemasan?. Bentuknya berbeda tapi warnanya tidak bisa dihilangkan," bebernya.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk lebih selektif memilih kemasan pangan yang aman. Karena sampai saat ini pentingnya penggunaan kemasan pangan aman belum menjadi perhatian produsen maupun konsumen.