Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
OTT KPK dan Mitos Jual Beli WTP di BPK
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
Siswi SMK di Lumajang Dibegal saat Berteduh
Mudah Cara Membuat Foto Menjadi Miniatur
Jadwal Gerhana Bulan Total Terjadi Malam ini 7 September 2025
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
Normalisasi perlintasan kereta api di jalur rel antara Stasiun Prupuk Kabupaten Tegal dan Stasiun Linggapura Kabupaten Brebes (Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto)
BREBES - Menjelang arus mudik Lebaran 2017, PT KAI Daerah Operasional 5 Purwokerto melakukan normaliasi jalur rel di sejumlah titik rawan bencana alam.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, ada sejumlah titik rawan bencana misalnya banjir maupun longsor di jalur rel kereta api di beberapa kabupaten, termasuk di Brebes dan Tegal.
"Area rawan bencana tersebut sangat berbahaya bagi perjalanan kereta api. Akibat longsor atau banjir, bisa mengganggu perjalanan kereta api," kata Ixfan dalam rilis yang diterima Tribun Jateng, Senin (22/5/2017).
Normalisasi tebing rawan bencana dilakukan di jalur antara Stasiun Prupuk Kabupaten Tegal ke Stasiun Linggapura Kabupaten Brebes.
Ada juga sejumlah titik rawan bencana yang dilakukan normalisasi.
Misalnya di jalur Stasiun Gombong-Stasiun Ijo, tebing di jalur Stasiun Notog-Stasiun Kebasen, pengerukan lereng yang rawan longsor di Kebumen dan sejumlah titik rawan bencana lain.
Ia memperkirakan, normalisasi akan rampung sebelum masa mudik Lebaran 2017 pada Juni mendatang.
Sementara, Manajer Jalan Rel dan Jembatan, Suyanto mengatakan, pihaknya terus memantau pekerjaan normalisasi jalur rel agar berjalan lancar.
"Sesuai target pekerjaan, harus cepat dilakukan. Namun, pekerjaan tidak boleh mengganggu perjalanan kereta tiap harinya," imbuhnya.
(tribunjateng)