Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
OTT KPK dan Mitos Jual Beli WTP di BPK
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
Siswi SMK di Lumajang Dibegal saat Berteduh
Mudah Cara Membuat Foto Menjadi Miniatur
Jadwal Gerhana Bulan Total Terjadi Malam ini 7 September 2025
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
Ichwan Nurul Salam (kiri) dan Solihin yang diduga menjadi pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5). (Foto: Polri via Strait Times)
JAKARTA - Polisi telah mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5) malam. Ada dua tersangka pelaku yang ikut tewas dalam serangan teror di kawasan terminal itu.
Merujuk pemberitaan The Straits Times yang mengutip sumber di Polri, pelaku bom bunuh diri punya kaitan dengan kelompok militan di Poso, Sulawesi Tengah. Namanya adalah Solihin dan Ichwan Nurul Salam.
Solihin merupakan staf administrasi di Pondok Pesantren Darul Anshor di Poso. Sedangkan Ichwan yang berusia 34 tahun, berasal dari Bandung, Jawa Barat.
Namun, Polri masih memverifikasi data pribadi kedua pelaku teror itu. Sejauh ini, polisi menyimpulkan bom yang digunakan berdaya ledak rendah atau low-grade explosives.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera mengungkap teror itu. Presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu menilai serangan teror di kawasan terminal tersebut benar-benar keterlaluan.
"Ini sudah keterlaluan! Tukang ojek menjadi korban, sopir angkot menjadi korban, penjual lapak kelontong menjadi korban, polisi juga menjadi korban," tegasnya.
(jpnn)