Tarik Investor, Wali Kota Tegal Tandatangani MoU Pendahuluan dengan Tiongkok || mediatunggal.com


SHARE

Tarik Investor, Wali Kota Tegal Tandatangani MoU Pendahuluan dengan Tiongkok

admin 21-05-2017 || 09:13:07

foto : (suaramerdeka.com/dok.)

JAKARTA - Dalam upayanya menarik Investor, Pemerintah Kota Tegal menandatangi MoU (Memo of Understanding) Pendahaluan kerja sama investasi dengan Tiongkok sebagai upaya untuk mengembangkan berbagai pembangunan infrastruktur maupun bidang lainnya di Kota Tegal.

Penandatangan Mou dilakukan Wali Kota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno dengan Tiongkok pada saat kegiatan One Belt One Road Forum For Indonesia,China dan Malaysia yang diselenggarakan di Gedung Danaphala, Kompleks Kementerian Keuangan. Kamis (18/5).

Wali Kota mengatakan, langkah yang diambil Pemerintah Kota Tegal ini bertujuan untuk menarik para investor dari Tiongkok maupun Malaysia untuk masuk ke Kota Tegal.  Berbagai bidang pembangunan ditawarkan Pemerintah Kota Tegal dalam perjanjian tersebut.

Di antaranya pengembangan Water Front City, pembangunan fasilitas olah raga, perdagangan, serta pengembangan industri kecil. “Dibutuhkan biaya yang sangat besar untuk membangun Kota Tegal, dengan APBD saja tidak cukup,” ucap wali kota.

Tidak hanya Kota Tegal beberapa Kepala daerah lainnya di Indonesia juga melakukan langkah serupa dalam acara yang dihadiri sebanyak 1200 peserta dari Tiongkok dan Malaysia tersebut.

Adapun tindak lanjut setelah adanya perjanjian tersebut diungkapkan Kepala BP4D Kota Tegal Ir. Nur Effendi dalam waktu dekat Tiongkok akan mengklarifikasi berbagai ajuan dengan memanggil pemerintah daerah untuk datang ke Tiongkok. Namun tidak hanya itu, Tiongkok juga akan datang ke Kota Tegal untuk mempelajari serta melihat langsung berbagai potensi yang ada di Kota Tegal.

Sementara itu, Ketua DPD RI Dr. Oesman Sapta dalam sambutan pembukaanya di acara tersebut mengatakan China tidak perlu ragu menanamkan investainya di Indonesia. Indonesia merupakan negara yang memiliki pasar yang potensial bagi China karena di Asia Tenggara pasar terbesar adalah Indonesia. “Kita tidak perlu khawatir dengan pasar lokal bila investasi di Indonesia, kita harus membuka pintu selebar-lebarnya untuk investasi semi finishing product,” ucapnya

Oleh karena itu, dirinya berpesan agar Indonesia mengutamakan pelayanan yang maksimal terhadap investor. “Tujuan tidak hanya bagi negara yang terlibat dalam kerja sama ini, namun juga akan memancing negara lain untuk berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.

(SM)



Baca juga :

Related Post