Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
OTT KPK dan Mitos Jual Beli WTP di BPK
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
Siswi SMK di Lumajang Dibegal saat Berteduh
Mudah Cara Membuat Foto Menjadi Miniatur
Jadwal Gerhana Bulan Total Terjadi Malam ini 7 September 2025
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
Foto: Hasan Al Habshy
JAKARTA - Lembaga jasa finansial asal Amerika Serikat, Standard & Poor's (S&P) memberi peringkat kelayakan investasi (investment grade) untuk Republik Indonesia (RI). Jokowi menilai peringkat layak investasi yang diberikan S&P adalah cerminan penilaian dunia terhadap kondisi Indonesia.
"Tentu saja ini kepercayaan yang besar yang diberikan oleh pasar, yang diberikan oleh internasional kepada negara kita, menunjukkan tata keleola keungan kita semakin baik, moneter kita semakin baik. Kemudahan berusaha juga terus kita perbaiki," kata Presiden Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (20/5/2017).
"Dunia internasional melihat stabilitas politik dan keamanan kita semakin baik, masyarakat semakin dewasa dan matang dalam berpolitik," tambahnya.
Jokowi menyatakan penilaian S&P adalah wujud dari kepercayaan pasar internasional kepada Indonesia. Tata kelola keuangan, aspek moneter, hingga kemudahan berbisnis di Indonesia telah membaik. Suasana ekonomi-politik ini harus terus dijaga.
"Hentikan saling menjelekkan, menghujat, memfitnah," kata Jokowi.
Diharapkannya, stempel 'layak investasi' dari S&P terhadap negara ini bisa menumbuhkan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Status kelayakan investasi juga berpengaruh terhadap bunga.
"Dipercaya akan menyebabkan biaya bunga lebih murah, meringankan biaya bunga yang ada di APBN kita," kata Jokowi.
Indonesia harus lebih optimis usai mendapat cap layak investasi dari lembaga pemeringkat saham dan obligasi Negeri Paman Sam itu.
"Semua harus mengarah ke hal-hal yang produktif," kata dia.
(dtc)