Jelang Ramadan, Bulog Laksanakan Gerakan Stabilisai Pangan || mediatunggal.com


SHARE

Jelang Ramadan, Bulog Laksanakan Gerakan Stabilisai Pangan

admin 25-05-2017 || 08:55:14

Foto: suaramerdeka.com/ dok.

PEKALONGAN - Kepala Sub Drive Bulog Pekalongan, Muhson, mengatakan menjelang bulan Ramadan dan Lebaran 2017 harga-harga komoditas cenderung meningkat, maka Perum Bulog berkewajiban menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

Kepala Sub Drive Pekalongan Muhson mengatakan hal tersebut kepada sejumlah wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Batang, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan (Kajen), di Rumah Makan (RM) Ayam Gepuk, Tirto, Pekalongan, Rabu (24/5). Dalam melaksanakan acara jumpa awak media, Muhson didampingi Kepala Gudang Bulog Kandeman (Batang), H Tarno dan Kepala Gudang Bulog Wiradesa (Pekalongan), Muchyono.

“Bulog dalam melaksanakan operasi pasar, dikemas dalam bentuk Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP). GSP dilaunching di Gudang Bulog Drive DKI di Kelapa Gading, Jakarta, hari Rabu tanggal 17 Mei 2017, oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto, didampingi Dirut Perum Bulog, Djarot Kusumayakti,” ujar Muhson.

Program stabilisasi pangan yang dikemas dalam GSP, kata Muhson, akan dilaksanakan sampai tanggal 25 Mei 2017, sekitar 8 hari, bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan. “Adapun komoditi pangan yang dipasarkan dalam program GSP antara lain beras Premium dengan harga Rp 9.600/kg. Minyak goreng Rp 11.000/kg. Bawang putih Rp 38.000/kg. Bawang merah Rp 22.500/kg,” sebut Muhson.

Sedang beras ada di gudang, tambah Muhson, ada 47.000 ton tersimpan di gudang-gudang Bulog, dari Batang sampai Brebes. Beras raskin sejumlah 7.214 ton, dan masih cukup untuk penyaluran minimal 6 bulan. Stok gula pasir 1.450 ton, minyak goreng 1.400 liter, bawang putih 2 ton, dan bawang merah 40 ton.

“Singkat kata bahwa posisi stok di gudang bulog siap untuk mengamankan dalam rangka stabilitas harga dan pasokan pangan untuk masyarakat. Harapan kami masyarakat tidak usah khawatir terkait dengan persediaan pangan. Negara atau pemerintah hadir di tengah masyarakat dalam masalah penyediaan pangan,” pungkas Muhson.

(SM)



Baca juga :

Related Post