Nyaris Tawuran, Dua Kelompok Pelajar SMK Diamankan Polisi || mediatunggal.com


SHARE

Nyaris Tawuran, Dua Kelompok Pelajar SMK Diamankan Polisi

admin 26-05-2017 || 15:07:56

DIBERI PEMBINAAN : Wakapolres Brebes Kompol Mashudi memberikan pembinaan terhadap puluhan siswa yang diamankan karena nyaris terlibat tawuran di Mapolres Brebes, Kamis (25/5). (Foto suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)

BREBES – Puluhan siswa dari Sekolah Menengah Kejuaran (SMK) Dinamika dan SMK Muhammadiya Kota Tegal, diamankan jajaran Polres Brebes, Rabu siang (24/5). Mereka diamankan lantaran nyaris terlibat tawuran di perempatan jalur pantura Desa Banyaranyar, Kecamatan/ Kabupaten Brebes, sekitar 500 meter sebelah barat simpang tiga pintu tol Brebes Timur (Brexit).

Aksi tawuran dua kelompok pelajar itu berhasil digagalkan petugas jaga Pos Polisi Pintu Tol (Brexit), saat para siswa terlibat kejar-kejaran. Sejumlah petugas yang melihat kejadian itu, langsung mengambil tindakan dengan meminta bantuan personel Polres Brebes dan Polsek Brebes. Para siswa diamankan tersebut kemudian di bawa ke Mapolres Brebes dengan menggunakan truk.

“Dari kejadian ini, ada sebanyak 50 siswa yang kami amankan ke Mapolres Brebes untuk dimintai keterangan. Yakni, sebanyak 19 siswa dari SMK Dinamikan Tegal dan 31 siswa dari SMK Muhammadiah Tegal,” jelas Wakapolres Brebes, Kompol Mashudi.

Menurut Wakapolres, peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polres Brebes itu berawal saat puluhan siswa dari kedua sekolah tersebut sama-sama menumpang truk dari Timur (Tegal) menuju ke barat (Brebes). Tiba di perempatan jalur pantura Desa Banjaranyar, dua kelompok belajar itu terlibat saling mengejek, dan akhirnya timbul saling serang.

Mereka terlibat aski kejar-kejaran hingga simpang tiga pintu tol Brexit. Petugas Pos Polisi Brexit yang meminta bantuan personel dari Polres dan Polsek berhasil melerai dan mengamankan puluhan siswa tersebut. “Sangat kami sayangkan, dari 50 siswa ini ternyata tidak ada satu pun yang membawa identitas maupun kartu pelajar,” katanya.

Puluhan siswa yang diamankan tersebut, lanjut dia, kemudian diapelkan di halaman Mapolres Brebes. Mereka didata oleh petugas dan dilakukan pembinaan. Selain itu, pihaknya juga menghubungi kedua sekolah tempat para siswa itu belajar. Kedua belah pihak juga dibuatkan kesepakatan dan pernyataan bersama untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum.

“Kami undang perwakilan guru dari masing-masing sekolah dan mereka sudah tiba ke sini (Mapolres-red). Setelah kami beri pembinaan dan membuat penyataan bersama, para siswa ini kami kembalikan ke masing-masing sekolahnya,” terang Wakapolres.

(SM)



Baca juga :

Related Post