Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
OTT KPK dan Mitos Jual Beli WTP di BPK
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
Siswi SMK di Lumajang Dibegal saat Berteduh
Mudah Cara Membuat Foto Menjadi Miniatur
Jadwal Gerhana Bulan Total Terjadi Malam ini 7 September 2025
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
MEMILIH BARANG: Seorang pembeli tengah memilih barang yang dijual pedagang di Pasar Ir Soekarno, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Senin (17/4). (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)
PEKALONGAN – Untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok pada Bulan Ramadan, masyarakat diimbau untuk tidak belanja berlebihan. Sebab, stok berbagai komoditas dinyatakan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Stok ketersediaan kebutuhan masyarakat menjelang datangnya Bulan Ramadan, aman. Meskipun Kota Pekalongan bukan daerah produksi, namun stok beras, daging, telur, aman,” terang Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Pekalongan, Sri Wahyuni, Minggu (28/5).
Karena itu, ia meminta masyarakat untuk bijak berbelanja. “Belanjalah seperti pada bulan-bulan biasa. Jangan belanja berlebihan. Dengan demikian, akan bisa mengendalikan inflasi,” sambungnya. Kenaikan inflasi komponen pangan biasanya terjadi karena faktor pasokan barang.
Selain menjamin ketersediaan pasokan di pasar, pada Rakor TPID tersebut, Sri Wahyuni meminta kepada dinas terkait untuk menjamin keamanan produk yang beredar di pasar. “Waspadai sapi glonggongan dan ayam tiren. Ini harus diperiksa dan dilakukan pemantauan,” tambahnya.
Sri Wahyuni juga meminta kepada Pertamina, PLN dan PDAM untuk menjaga pasokan elpiji, mencegah pemadaman listrik dan air di sepanjang Bulan Ramadan. “Pada jam-jam rawan, menjelang buka dan sahur, air harus nyala. Pukul 14.00, air harus sudah ngucur. Jangan sampai pada titik-titik rawan itu, airnya tidak ngalir,” pesannya.
(SM)