Asip Tepati Janji Kampanye, Warga Pekalongan Segera Peroleh Santunan Kematian || mediatunggal.com


SHARE

Asip Tepati Janji Kampanye, Warga Pekalongan Segera Peroleh Santunan Kematian

admin 30-05-2017 || 22:38:54

Bupati Asip Kholbihi (berdiri) dalam acara Tawarih Keliling yang dihelat di Masjid Al Barokah Desa Linggo, Kecamatan Kajen Baru, pada Senin (29/5/2017) (foto: dok. Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan)

KAJEN, jejakpantura.com - Kabar gembira bagi warga Kabupaten Pekalongan. Dalam waktu dekat Pemkab Pekalongan berencana meluncurkan Program Santunan Kematian. Hal itu diungkapkan Bupati Asip Kholbihi pada acara Tawarih Keliling di Masjid Al Barokah Desa Linggo, Kecamatan Kajen Baru, Senin (29/5/2017) lalu.

“Santuan ini merupakan bentuk keperdulian Pemkab kepada warganya yang anggota keluarganya meninggal dunia,” terang Asip.

Adapun yang berhak mendapatkan santuan kematian adalah warga Kabupaten Pekalongan yang masuk kriteria kurang mampu. “Santuan kematian yang akan diberikan nantinya sebesar Rp 1 juta,” papar dia.

Pemberian santuan kematian merupakan bagian dari janji kampanye Asip-Arini semasa pasangan bupati dan wakilnya tersebut yang tertuang dalam Sepuluh Mandat Rakyat.

Rumah sehat bagi warga miskin dan santuan kematian bagi warga kurang mampu di Kabupaten Pekalongan adalah dua di antara janji kampanye Asip yang kini tengah berusaha ia wujudkan.

Di hadapan jamaah Masjid Al Barokah, dirinya memaparkan, saat ini telah berjalan pemberian bantuan pendidikan berupa beasiswa kuliah dan pembangunan rumah tak layak huni.

"Monggo warga desa sini yang rumahnya rusak untuk mengajukan bantuan, asalkan masuk kriteria,” himbaunya.

Adapun rencana kebijakan lain yang saat ini tengah digodok pemkab yakni pemberian insentif kepada takmir masjid dan guru TPQ.

“Kami yakin para pengurus masjid dan para guru TPQ tidak butuh bantuan ini. Namun, sudah menjadi kewajiban Pemerintah untuk membuat kebijakan ini, selama tidak bertentangan dengan masyarakatnya dan menata masyarakatnya dengan baik,” dirinya menerangkan.

Dalam kesempatan tersebut Asip juga berpesan agar para jamaah meningkatkan kegiatan keagamann hingga di tingkat desa. 

Ia berharap saban habis magrib ada kegiatan pengajian, baik itu di masjid maupun rumah. Hal ini, menurutnya, lebih baik ketimbang digunakan untuk menonton sinetron. "Semoga ini menjadi keberkahan bersama,” tuturnya.

Di akhir sua, Asip berpesan kepada warga Pekalongan untuk tidak meninggalkan mengaji. "Meski anak-anak sekolah reguler, jangan lupa untuk tetap memberikan pendidikan keagamaan, bisa lewat TPQ atau lainnya,” pungkasnya.


(gal/jejakpantura.com)



Baca juga :

Related Post