Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
OTT KPK dan Mitos Jual Beli WTP di BPK
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
Siswi SMK di Lumajang Dibegal saat Berteduh
Mudah Cara Membuat Foto Menjadi Miniatur
Jadwal Gerhana Bulan Total Terjadi Malam ini 7 September 2025
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
Peserta Training of Trainer (ToT) kepada Mubaligh dalam mendukung Pengendalian Inflasi, di gedung BI, Jalan Imam Bardjo, Selasa (23/5/2017).
SEMARANG - Sebagai wujud komitmen Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga stabilitas harga khususnya jelang bulan Ramadan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Training of Trainer (ToT) kepada Mubaligh dalam mendukung Pengendalian Inflasi, di gedung BI, Jalan Imam Bardjo, Selasa (23/5/2017).
Acara tersebut merupakan kerja sama antara TPID Jateng dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng dan beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam diantaranya NU, Muhammadiyah, dan Dewan Masjid Indonesia Jateng.
Para ulama dalam berbagai kesempatan saat berdakwah dapat mengingatkan kepada masyarakat atau konsumen untuk mengalokasikan pengeluarannya dengan lebih bijak belanja.
Begitu juga kepada para pedagang agar menjual barang secara jujur, tidak menimbun dan mempermainkan harga.
Kepala Perwakilan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo, mengatakan untuk mencapai kestabilan harga didukung oleh semua kalangan, tak terkecuali para alim ulama.
"Kestabilan harga tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan barang maupun penawaran dan permintaan saja, namun juga ditentukan oleh faktor-faktor lain seperti biaya produksi, biaya distribusi, bahkan spekulasi dan persepsi konsumen," jelas dia.
Oleh sebab itu, peran alim ulama menjadi strategis karena dapat langsung memberikan himbauan moral kepada masyarakat.
"Ulama ini bisa mempengaruhi persepsi dan ekspektasi masyarakat, agar tercipta kestabilan harga," kata dia.
Turut hadir dalam acara ToT tersebut, Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji yang menyampaikan mengenai peningkatan peran ulama dalam mendukung pengendalian inflasi.
Selain itu hadir pula dua narasumber yaitu Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen, MA selaku Ketua STAI Al-Anwar Sarang Rembang yang menyampaikan topik perilaku Islami dalam berkonsumsi dan berdagang, serta pejabat dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Dalam kesempatan tersebut, para alim ulama juga menyepakati akan membantu upaya TPID Jateng dalam pengendalian inflasi melalui berbagai media dakwah yaitu ceramah, khutbah, pengajian, maupun media dakwah lainnya.
Kedepan dalam menghadapi bulan Ramadhan 2017, diharapkan melalui berbagai himbauan moral dan aksi pengendalian inflasi yang dilakukan oleh TPID, inflasi Jateng akan stabil dan terkendali.
(Tribunjateng)