Diserang Virus Wannacry, Data-data di Kantor Bulog Hilang || mediatunggal.com


SHARE

Diserang Virus Wannacry, Data-data di Kantor Bulog Hilang

admin 16-05-2017 || 15:05:12

GUNAKAN KOMPUTER: Jajaran ASN di Pemkab Batang sedang menggunakan komputer dengan sengaja tidak mengaktifkan jaringan internet karena khawatir terserang oleh virus ransomware Wannacry. (suaramerdeka.com/Trisno Suhito)

BATANG – Serangan virus ransomware Wannacry menyerang lembaga pemerintahan di Batang. Salah satu yang terserang adalah kantor Gudang Bulog Kandeman Batang. Akibat serangan ransomware Wannacry ini, data-data yang tersimpan di komputer Gudang Bulog Kandeman hilang.

”Serangan ransomware Wannacry terjadi sejak sekitar Kamis (11/5) atau Jum’at (12/5) sampai sekarang. Data-data dari microsoft word, excel dan PDF di kantor hilang semua. Jika dibuka, isinya sudah berubah. Bentuk tulisan jadi aneh dan paragrafnya jadi pindah-pindah,” ujar Imam Senoaji salah seorang pegawai Bulog Batang yang juga Koordinator Lapangan Penyaluran Raskin, Senin (15/5).

Dia menjelaskan, data-data di kantor Bulog ditempatkan pada dua komputer. Serangan cyber ini terjadi pada satu komputer yang biasa digunakan. Beberapa data yang hilang merupakan dokumentasi penting milik Bulog. Seperti data penyaluran raskin, pengecekan kualitas raskin, pertanggungjawaban, perbaikan, sampai data-data pemeriksaan.

”Dari serangan cyber ini, kami diminta untuk memberikan donasi agar data yang hilang bisa kembali lagi. Namun tidak kami lakukan. Kami tidak buka lagi karena takut virusnya menjadi lebih menyebar,” tuturnya.

Akibat serangan virus ini, maka jajaran Bulog harus mengetik ulang berbagai data yang sudah tersasar kejahatan cyber tersebut. Data yang tersisa dari satu komputer lainnya, kemudian diprint dan diketik ulang.

”Kami nanti akan instal ulang program di komputer. Komputer yang belum kena, kami back up datanya dan kabel LAN-nya dicabut,” katanya.

Sementara itu, kekhawatiran serangan ransomware Wannacry juga terjadi di RSUD Batang. Jika ini terjadi akan sangat berbahaya karena akan membuat data-data pelayanan kesehatan maupun manajerial akan hilang. Kepala Instalasi IT RSUD Batang dr Fatkhur Roofi mengatakan, sampai Senin (15/5), RSUD Batang masih aman dari serangan ransomware Wannacry.

”Meski demikian, kami lakukan upaya preventif semampu kita. Seperti meminimalisir koneksi internet dengan mengclose-nya. Jadi beberapa jalur sudah kita tutup. Akan tetapi di bagian pendaftaran masih kita buka. Ini karena terkait dengan kepesertaan BPJS agar pelayanan terus berjalan. Namun jalur yang dilalui Malware kita tutup,” terangnya.

Masih Mungkin Terterobos

Seluruh unit di RSUD Batang juga telah diminta untuk melakukan back up data yang ada di komputer untuk dipindah seperti ke flash disc atau hardisk eksternal. Fatkhur Roofi menjelaskan, meski sudah dilakukan antisipasi, masih ada kemungkinan sistem internet di RSUD Batang terterobos oleh virus ransomware wanna cry.

Jajaran IT RSUD Batang sekarang ini berupaya keras agar jangan sampai virus yang berasal dari kejahatan cyber internasional ini mengganggu sistem di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

”Prinsipnya, kita upayakan agar jangan sampai virus tersebut masuk ke jaringan internet di RSUD Batang,” tuturnya.

Sementara itu, di jajaran Pemkab Batang, banyak kantor yang tidak mengaktifkan jaringan internetnya. Ini menindaklanjuti himbauan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jateng guna menghindari serangan ransomware Wannacry.

Berdasarkan surat himbauan yang ditandatangani Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jateng Dadang Somantri, aparat pemerintah diminta untuk mematikan hotspot/wifi dan mencabut koneksi kabel LAN/internet sebelum menghidupkan komputer/server.

Selain itu juga memindahkan data ke sistem operasi non windows seperti linux dan Mac atau melakukan back up ke media storage terpisah dan diminta mengupdate anti virus terbaru.

”Untuk sementara, kami tidak memakai jaringan internet dulu. Sebab khawatir ada serangan virus ransomware Wannacry,” ujar Ila, salah seorang ASN di Humas Batang. (sm)

Foto:
GUNAKAN KOMPUTER: Jajaran ASN di Pemkab Batang sedang menggunakan komputer dengan sengaja tidak mengaktifkan jaringan internet karena khawatir terserang oleh virus ransomware Wannacry. (suaramerdeka.com/Trisno Suhito)


  • avatar user
    kbtXuNYURlROVj
    oleh: XctUvETClUxAqA tanggal: 2025-05-15
  • avatar user
    TjcSjwEFfygb
    oleh: TBfYYZZIVzXfhaM tanggal: 2025-05-31
  • avatar user
    lzjjNJODM
    oleh: QxECFjDUkyZ tanggal: 2025-07-08

  • Baca juga :

    Related Post