


Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
Sewa Apartemen Harian Green Pramuka Jakarta – Strategis, Nyaman, Harga Bersahabat
Mencekam kejadian di Kuala Lumpur Seorang Wanita Melakukan Percobaan Penyerangan dengan Pisau
MENYIMAK: Para peserta Pelatihan Pengembangan, Pengelolaan, dan Pemasaran Wisata tampak serius mendengarkan pelatihan yang dihelat dua hari sejak Rabu (24/5/2017). (Foto: Dok. Bina Swadaya)
BATANG, jejakpantura.com - Yayasan Bina Swadaya mengadakan Pelatihan Pengembangan, Pengelolaan, dan Pemasaran Wisata pada Rabu (24/5/2017). Acara akan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) binaan yayasan tersebut di Batang.
Bertempat di Wana-wisata Sikembang, Desa Kembanglangit, Blado, yayasan yang berkantor di Jakarta itu mengundang Octagon Foundation dari Lembang, Bandung, sebagai pembicara.
Pelatihan dua hari tersebut semula direncanakan akan diikuti 10 BUMDes yang didampingi Bina Swadaya Konsultan. Namun, pada akhirnya hanya ada tujuh yang mengikuti. Tiga BUMDes dieliminasi lantaran tidak memiliki sumber daya alam yang bisa dikembangkan sebagai tujuan wisata.
Yayasan Bina Swadaya merupakan yayasan yang banyak bergerak di bidang pengembangan masyarakat, khususnya bidang pertanian dan potensi alam.
Yayasan ini semula bernama Yayasan Sosial Tani Membangun, yang didirikan pada 24 Mei 1967 oleh Ikatan Petani Pancasila. Berkantor pusat di Jakarta, Bina Swadaya saat ini diketuai Prof Paulus Wirutomo.
(gal/jejakpantura.com)