Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
OTT KPK dan Mitos Jual Beli WTP di BPK
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
Siswi SMK di Lumajang Dibegal saat Berteduh
Mudah Cara Membuat Foto Menjadi Miniatur
Jadwal Gerhana Bulan Total Terjadi Malam ini 7 September 2025
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
Ilustrasi: suaramerdeka.com
SEMARANG – Direktur Jateng Institute Amin Suryanto menyatakan Golkar dan PKB menjadi lawan terberat PDIP pada pilgub Jateng, terlebih jika mampu membangun koalisi dengan beberapa partai. Melihat jumlah kursi DPRD provinsi Jateng, sejumlah tokoh nasional akan ikut meramaikan pesta demokrasi Jawa Tengah.
“Salah satunya Marwan Ja’far (mantan Menteri Desa) yang sudah dideklarasikan PKB, yang bisa berkoalisi dengan PAN dan PPP. Adapun Sudirman Said (Mantan Mentri ESDM) masih mencari partai politik yang siap mendeklarasi dan mengusungnya. Karena masih ada koalisi partai yang bisa terjadi seperti Golkar-PKS–Demokrat-Gerindra.
Disebutkan, PDIP pada pilkada 2015 menang di 14 daerah dari 21 kabupaten dan kota di Jawa Tengah yaitu Kota Semarang, Kota Magelang, Kota Pekalongan, Kota Surakarta, Kabupaten Semarang, Demak, Grobogan, Wonogiri, Boyolali, Klaten, Purbalingga, Pekalongan, Pemalang, dan Sukoharjo. “Sementara Golkar dan PKB memiliki kemajuan yang sangat bagus pada pilkada 2015, bisa mengimbangi kandang banteng dan pilkada 2017 melaju pesat meninggalkan PDIP,” kata dia.
PDIP meraih kemenangan dua dari tujuh wilayah yakni Jepara, dan Brebes, sedangkan lainnya dimenangkan Golkar dan koalisinya. Pilkada 2018 serentak jateng di adakan di 7 kabupaten kota di Kota Tegal, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Kudus, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Magelang bersamaan pilgub Jawa Tengah. (sm)