Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
OTT KPK dan Mitos Jual Beli WTP di BPK
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
Siswi SMK di Lumajang Dibegal saat Berteduh
Mudah Cara Membuat Foto Menjadi Miniatur
Jadwal Gerhana Bulan Total Terjadi Malam ini 7 September 2025
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
foto : brilio.net
Rencana Walikota Semarang menganggarkan Rp 16 miliar untuk penambahan fasilitas di kampung warna-warni di kota Semarang ditentang keras Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah. Peneliti Senior KP2KKN Eko Haryanto menilai, hal ini berpotensi memboroskan keuangan daerah.
Menurutnya, ide kampung warna-warni itu tidak orisinil alias menjiplak dari daerah lain. "Tdak ada kaitan meningkatkan kesejahteraan daerah," tuduhnya.
Eko menilai, alokasi anggaran tersebut harusnya dibatalkan dan digunakan untuk kegiatan prioritas lainya yang lebih bersentuhan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. (gal)