Penanganan Infrastruktur dan Santunan Kematian Jadi Prioritas || mediatunggal.com


SHARE

Penanganan Infrastruktur dan Santunan Kematian Jadi Prioritas

admin 24-05-2017 || 07:21:39

PELANTIKAN: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bersalaman dengan Bupati Batang, Wihaji, didampingi Wakil Bupati Batang, Suyono, saat pelantikan pasangan bupati dan wakil bupati empat daerah, di Gedung Gradika Bakti Praja, Semarang. (suaramerdeka.com/Trisno Suhito)

BATANG – Pasangan Wihaji-Suyono secara resmi ditetapkan menjadi bupati dan wakil bupati Batang, Senin (22/5). Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melantik keduanya bersama tiga pasang bupati dan wakil bupati dari daerah lain yakni Yulianto-M Haris (Kota Salatiga), Budi Sarwono-Syamsudin (Banjarnegara), dan Marzuqi-Dian Kristiandi (Jepara).

Wihaji-Suyono datang ke lokasi pelantikan di Gedung Gradika Bakti Praja, di kantor Gubernuran, Semarang, sekitar pukul 09.00 WIB. Hadir pula jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi pemerintahan daerah (OPD) dan keluarga pasangan Wihaji-Suyono.

Kepada media, Wihaji dan Suyono mengatakan, akan langsung bekerja untuk masyarakat setelah prosesi pelantikan. Ini sebagai wujud atas amanah yang telah diberikan masyarakat pada mereka. Sehingga terpilih sebagai kepala daerah di Batang.

“Ada beberapa langkah yang akan diambil. Pertama, kita akan silaturahmi dulu dengan jajaran Forkopimda. Selain itu kita akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh OPD. Dari situ, akan saya sampaikan visi misi ke depan untuk diterjemahkan oleh OPD sebagai pelaksana teknis dalam melaksanakan prorgam-program kami,” ujar Wihaji.

Wihaji juga menegaskan, tidak ada program khusus 100 hari. Pasalnya, visi misi yang sudah dibuat adalah untuk lima tahun. Itu semuanya membutuhkan waktu dan
program-progam pemerintah tidak bisa diukur hanya dari tiga bulan setelah pelantikan.

“Ini mekanisme pemerintahan. Jadi tidak diukur selama 100 hari, tapi lima tahun ke depan berdasarkan program prioritas,” tambahnya.

Wihaji mengungkapkan, beberapa program prioritas yang akan dilaksanakan seperti pemberian santunan kematian ketika ada warga yang meninggal dunia. Ini menjadi
program yang didahulukan, direncanakan tahun ini dan di 2018 diharapkan sudah bisa dimulai. Santunan kematian diberikan sebagai wujud terimakasih pemerintah daerah kepada rakyat karena telah membantu membayar pajak dan mendukung pembangunan.

“Santunan kematian ini prioritas untuk yang miskin dulu. Besarannya bisa antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, sambil kita lihat postur anggaran kita,” tuturnya.

Infrastruktur dan Investasi

Program lain yang akan jadi perhatian khusus adalah percepatan pembangunan infrastruktur. Pasalnya, saat ini banyak jalan di Batang yang mengalami kerusakan. Dari data yang diperoleh Wihaji, kerusakan jalan terjadi hampir 25 Km dan butuh penanganan mendesak dengan anggaran mencapai Rp 200 miliar. Nilai tersebut sangat besar dan akan sangat berat jika hanya mengandalkan APBD. Namun Wihaji berkomitmen, penanganan kerusakan jalan akan secara serius ditangani dengan mengusahakan berbagai langkah.

“Terkait investasi, kita juga akan jadikan prioritas. Apalagi ada PLTU Batang yang akan menarik banyak investor. Kita saat ini sedang mengejar perubahan Perda Tata Ruang. Di 2017 wajib selesai sebagai bagian dari respon untuk menarik investor ke Batang. Sebab investasi itu juga ada hubungannya dengan tata ruang,”  tegasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Batang, Suyono mengatakan, dirinya bersama Bupati Batang, Wihaji, memiliki komitmen yang sama untuk membangun Batang ke arah yang lebih baik. Itu dilakukan melalui program-program yang sudah disampaikan pada masyarakat.

“Hal tersebut wajib hukumnya bagi kami untuk dilaksanakan, step by step. Kami berdua akan melakukan kerja bersama. Tidak ada sekat di antara kami. Sebab kami ini
satu paket, satu pemikiran untuk menuju Batang yang lebih baik dan dinamis,” tegasnya.

Suyono juga menegaskan, konsolidasi birokrasi akan dilakukan di awal pemerintahan karena birokrasi harus solid untuk mendukung pembangunan. Dirinya juga menyampaikan, bersama Bupati Wihaji akan mengupayakan pengadaan satu unit mobil setiap desa untuk pelayanan masyarakat. Mobil ini digunakan untuk keperluan warga. Seperti membawa masyarakat yang sakit atau orang hamil untuk dibawa ke rumah sakit guna mempercepat pertolongan.

“Program lain, kami juga akan memberikan anggaran untuk guru madrasah diniyah (Madin). Ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas jasa guru Madin dalam mendidik generasi bangsa dengan pendidikan agama. Di zaman modern ini, pendidikan agama sangat penting untuk moral bangsa dan masyarakat,” tambahnya.

Angka Kemiskinan

Dalam sambutan pelantikan, Ganjar Pranowo secara khusus meminta pada Bupati dan Wakil Bupati Batang yang baru untuk bisa menurunkan angka kemiskinan dan menangani infrastruktur.

“Untuk Batang, pekerjaan masih banyak. Saya juga minta kepala daerah yang baru membantu penyelesaian program pemerintah pusat terkait pembangunan jalan tol yang
melewati Batang untuk didukung,” pintanya.

(SM)



Baca juga :

Related Post