Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
OTT KPK dan Mitos Jual Beli WTP di BPK
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
Siswi SMK di Lumajang Dibegal saat Berteduh
Mudah Cara Membuat Foto Menjadi Miniatur
Jadwal Gerhana Bulan Total Terjadi Malam ini 7 September 2025
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
Bupati Kudus Musthofa mengajak kaum muda Nahdatul Ulama (NU) agar jangan pernah berhenti belajar dan mengembangkan diri. Hal tersebut dikatakannya dalam pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jateng, yang diselenggarakan Kudus, Rabu (24/5/2017).
KUDUS, jejakpantura.com - Bupati Kudus Musthofa mengajak kaum muda Nahdatul Ulama (NU) agar jangan pernah berhenti belajar dan mengembangkan diri. Hal tersebut dikatakannya dalam pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jateng, yang diselenggarakan Kudus, Rabu (24/5/2017).
Dirinya mengatakan, sepanjang sejarah, para intelektual nahdiyin terbukti telah menjadikan NU sebagai pilar bagi kemajuan bangsa.
“Banyak tokoh penting di Indonesia lahir dari Nahdiyin. Dan sebagai seorang Nahdiyin, saya akan sangat bangga jika bisa melihat para pelajar NU juga bisa menjadi pemimpin bangsa ini 20 tahun yang akan datang. Maka, teruslah belajar, jangan lupakan Iqra,” tuturnya.
Ia menambahkan, tokoh-tokoh NU telah memberikan contoh bagaimana sikap untuk selalu belajar merupakan jembatan untuk melahirkan pemikiran-pemikiran yang sangat berguna untuk bangsa.
“Meskipun saya seorang Nahdiyin yang berkarir politik di PDI-Perjuangan, saya selalu ingat petuah Gus Dur: Menulislah agar dipahami, bicaralah supaya didengarkan, membacalah untuk mengembangkan diri,” kutipnya.
Di hadapan para pengurus IPNU-IPPNU dan sejumlah tokoh NU Jateng, ia juga mengajak keluarga besar Nahdiyin untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat saat menjadi pemimpin.
“Keluarga besar Nahdiyin punya karakter yang dekat dengan rakyat. Karenanya misi seorang pemimpin yang lahir dari keluarga besar NU haruslah memperjuangkan kesejahteraan rakyatnya. Misi ini yang harus diwujudkan di Jateng,” tutup Musthofa.
(gal/jejakpantura.com)