Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
OTT KPK dan Mitos Jual Beli WTP di BPK
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
Siswi SMK di Lumajang Dibegal saat Berteduh
Mudah Cara Membuat Foto Menjadi Miniatur
Jadwal Gerhana Bulan Total Terjadi Malam ini 7 September 2025
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
Pedagang telur mimi menjajakan dagangan di halaman parkir Masjid Al Mutaqqin Kaliwungu, Kendal, Jumat (26/5/2017) (Tribun Jateng/Dini)
KENDAL - Ada tradisi yang unik menyambut Bulan Ramadhan di Kaliwungu, Kendal, Jumat (26/5/2017).
Ratusan pedagang makanan dan minuman memenuhi halaman parkir Masjid Al Mutaqqin Kaliwungu.
Seakan wajib hukumnya, hampir semua pedagang kompak menjajakan sejenis makanan yang sama, yakni telur mimi.
Suara pedagang mulai bersahutan menawarkan telur mimi usai adzan asar berkumandang.
Romisah (55) satu di antaranya.
"Telur Mimi Telur Mimi, " ucapnya pada pembeli yang lewat
Sudah lima tahun terakhir warga Kampung Kemantenan, Desa Kutoharjo, Kaliwungu selalu menjajakan telur mimi dalam tradisi Megengen, satu hari jelang puasa.
"Jadi hanya dijual saat mau puasa saja, sudah tradisi dari dulu, " ujarnya
Romisah menjelaskan telur mimi mimi merupakan makanan yang diolah dari telur ikan mimi (sejenis ikan pari) yang direbus bersama bumbu rempah dan disajikan dengan parutan kelapa dan bumbu pedas.
Harga yang ditawarkan cukup murah mulai Rp 2 ribu untuk satu bungkus kecil hingga Rp 50 ribu untuk satu ikan mimi beserta telurnya.
Warga Kaliwungu Selatan, Wulan Septiyani (19) rela berdesak-desakan untuk membeli beberapa telur mimi.
Karyawan swasta ini mengaku kurang afdhol menjalani puasa jika belum makan telur mimi.
"Jajanan ini hanya ada satu tahun sekali sayang bila dilewatkan, " ujarnya.
Tidak hanya telur mimi, beragam jenis jajanan tradisional lain juga tersedia mulai sumpil, bubur, sate, es timun suri dan lainnya.
(Tribunnews)