
Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
Sewa Apartemen Harian Green Pramuka Jakarta – Strategis, Nyaman, Harga Bersahabat
Mencekam kejadian di Kuala Lumpur Seorang Wanita Melakukan Percobaan Penyerangan dengan Pisau
Pj Bupati Batang bersama jajaran pejabat terkait ketika mengecek proses pembangunan PLTU. (suaramerdeka.com/Kasirin)
BATANG – Pj Bupati Batang Siswo Laksono mengatakan untuk pembangunan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk saat ini masih menggunakan bahan galian tanah urugan, diambil dari tanah sekitar (lokal) belum mengambil tanah urugan dari luar. Siswo Laksono mengungkapkan hal tersebut setelah melihat secara langsung proses pembangunan Power Blok PLTU 2X1000 MW di Desa Ujungnegoro, Senin (15/5).
Dalam kegiatan tersebut, Pj Bupati Batang, didampingi Asisten Pemerintahan Retno Dwi Irianto, Asisten Pembangunan Wondy Ruki, Kepala Kesbangpol Agung Wisnu Barata, Kabag Pemerintahan, Ulul Azmi dan Kabag Humas Setda Batang, Triossy Juniarto. Senin, (15/5).
“Kami sudah melihat sendiri pembangunan PLTU masih menggunakan tanahnya (tanah urug, red) sendiri. Ttetapi kalau tanahnya kurang dapat mengambil dari luar. Kami berharap dan menghimbau (kepada manajemen PLTU, red) agar dapat mengambil material dari pengusaha pertambangan jenis galian C di Batang yang sudah berizin. Dari data yang ada, di Batang ada 4 pengusaha pertambangan dari jenis galian C yang sudah berizin,” kata Pj Bupati Siswo Laksono.
Sementara itu, Manager Lapangan PLTU Ary Wibowo mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan yang sama terhadap potensi yang ada di daerah terkait dengan galian C. “Namun harus sesuai dengan perijinan dan kelengkapan dokumen, semuanya harus legal sesuai dengan arahan Bupati,” kata Ary Wibowo. (sm)