Program Pengabdian Masyarakat Unversitas Nurul Huda
OTT KPK dan Mitos Jual Beli WTP di BPK
Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati
Siswi SMK di Lumajang Dibegal saat Berteduh
Mudah Cara Membuat Foto Menjadi Miniatur
Jadwal Gerhana Bulan Total Terjadi Malam ini 7 September 2025
5 Trik Rumah Tangga yang Akan Memudahkan Pekerjaan Sehari-hari
Ilustrasi - Stok Beras (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjamin ketersediaan beras setiap tahun mengalami surplus sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kenaikan harga bahan pokok itu menjelang Ramadhan hingga Lebaran 2017.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Batang Migayani Thamrin di Batang, Selasa, mengatakan bahwa stok beras untuk dua bulan atau menjelang Ramadhan dipastikan cukup.
"Oleh karena itu, jika ada kenaikan harga beras itu stok yang berkurang. Memang pada jalur distribusinya ada persaingan pembeli beras di Batang maupun di luar daerah," katanya.
Ia mengaku ada sejumlah pedagang yang mengeluhkan stok beras yang berkurang akibat adanya persaingan antarpedagang.
Dengan alasan tersebut, kata dia, beberapa pedagang sempat menaikan harga beras. Harga beras jenis medium semula Rp8 ribu per kilogram naik menjadi Rp9 ribu/kilogram dan beras premium Rp9 ribu/kg naik Rp10 ribu/kg.
"Jika ada kenaikan harga masih wajar karena memang mendekati Bulan Puasa. Akan tetapi, kenaikan harga beras ini bukan karena ketersediaan beras yang berkurang," katanya.
Kendati demikian, kata dia, ada sejumlah harga komoditas, seperti bawang putih yang mengalami kenaikan relatif tinggi, yaitu mencapai sekitar 60 ribu/kilogram.
Ia mengatakan kenaikan bumbu dapur itu karena masih mengimpor dan belum mampu melakukan pengadaan stok bawang putih.
"Kenaikan harga bawang putih tidak saja terjadi di Kabupaten Batang saja melainkan juga terjadi di daerah lainnya," katanya. (ant)